aPRIL mOP dalam Pandangan ISLAM


Alhamdulilah update lagi kali ini Saya akan berbagi info April Mop Dalam Pandangan Islam,Silahkan di simak ya untuk menambah wawasan anda semua.



dalam Islam, kebohongan adalah suatu hal yang buruk, bahkan hal tersebut dapat dianggap sebagai perangai kemunafikan meskipun hal itu hanya bertujuan untuk bergurau. Rasulullah Saw. digambarkan sebagai orang yang selalu jujur. Bukankah beliau dijuluki ash-shiddiq “jujur” dan al-amin “dapat dipercaya”?

Hanya dalam beberapa kesempatan, kita dibolehkan untuk berbohong, seperti untuk mendamaikan pertengkaran (perselisihan), dalam peperangan (sebagai siasat perang), dan dalam rangka menjaga keutuhan rumah tangga sebagaimana dalam Hadis Riwayat Muslim.

Perhatikan Surah Al-Nahl tadi dan Hadis-Hadis Nabi berikut ini.

“Berbohong itu menjauhkan keimanan (dari seseorang).” (HR Baihaqi)

“Orang Mukmin itu mempunyai beberapa ka-rakter selain khianat dan dusta.” (HR Al-Bazzar dan Abu Ya’la)

“Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran itu akan menuntun pada kebaikan, dan kebaikan akan menuntun ke surga. Dan tidak henti-hentinya seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta karena akan menuntun pada kedur hakaan, dan kedurhakaan akan menuntun pada neraka. Dan seseorang yang tidak henti-hentinya berbuat dusta dan memilih dusta hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR Bukhari dan Muslim)

Fudhail bin lyadh berkata, “Tidak ada segumpal daging yang lebih dicintai Allah, kecuali lidah yang selalu berkata benar. Dan, tidak ada segumpal daging yang paling dibenci Allah, kecuali lidah yang selalu berkata dusta.”

Fren, Rasulullah Saw. mengatakan bahwa ciri orang munafik, salah satunya adalah gemar berbohong. Kata munafik berasal dari kata nifaq, yang dalam bahasa Arab diambil dari akar kata nafiqul yarbu, yang berarti “lubang tikus”. Hal ini karena, biasanya, tikus selalu menampakkan jalan masuknya ke lubang, tetapi tidak menampakkan jalan keluarnya.

Sabda beliau Saw., “Empat hal, siapa yang memilikinya, maka ia adalah munafik tulen. Jika ia memiliki salah satunya, ia akan mempunyai salah satu cabang kernunafikan sampai ia membuang sifat itu, yaitu apabila bicara ia berdusta, apabila berjanji diingkari, apabila diberi amanat, ia khianat, dan apabila berbantah-bantahan, ia durhaka” (HR Ahmad dan Hakim).

Kebohongan adalah suatu hal yang buruk, bahkan hal tersebut dapat dianggap sebagai perangai kemunafikan meskipun hal itu hanya bertujuan untuk bergurau. Rasulullah Saw. digambarkan sebagai orang yang selalu jujur. Bukankah beliau dijuluki ash-shiddiq “jujur” dan al-amin “dapat dipercaya”?

Fren, lblis pun pernah membohongi Adam a.s. di surga, Hai Adam, maukah aku tunjukkan pohon kekekalan dan kekuasaan yang abadi? (QS Thã Ha [20]: 120).
lnformasi iblis ini ternyata bukan hanya salah, melainkan sekaligus menyesatkan. Perintah kepada orang-orang yang beriman untuk selalu mengucapkan kata-kata yang benar atau menjauhi ucapan dusta dinyatakan Allah dalam Surah AlAhz5b (33): 70, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang sadid (benar).

Kata sadid dalam ayat tadi, bukan hanya berarti “benar”. Lebih jauh dari itu, kata ini dalam berbagai bentuknya, pada akhirnya bermuara pada makna “menghalangi” atau “membendung” (dalam arti yang tidak sesuai sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna). Atas dasar makna ini, para ulama menekankan bahwa semua ucapan apa pun bentuk dan kandungannya, di samping harus menjamin sasarannya untuk tidak terjerumus ke dalam kesulitan, ucapan itu juga harus bermanfaat.

Nah, jika kita lihat uraian tersebut, jelas sudah jika April Mop bukanlah perkara yang dibolehkan dalam Islam. Keharaman tersebut dilihat dari empat segi.

Pertama, keharaman berbohong itu sendiri yang dilarang Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Saw.
Kedua, kebohongan itu bisa menakut-nakuti dan mengeruhkan pikiran orang lain.
Ketiga, perbuatan itu berarti mengkhianati seseorang karena kepercayaan dibalas dengan kebohongan.
Keempat, dengan “merayakan” April Mop, maka menyebarkan tradisi batil yang tidak ada dalam ajaran agama. Perbuatan ini berarti tasyabuh (menyerupai) kaum non-Muslim yang sangat tidak wajar.

Nah,kita tidak perlu lagi “merayakan” April Mop karena sekarang kita telah mengetahui keburukan-keburukannya. Maukah kita ditulis sebagai pendusta dan munafik di sisi Allah setiap tanggal 1 April meskipun tujuannya hanya sekadar bergurau? Wallahu a’lam.

Poskan Komentar